Dari Kolam Inilah Kisah Sukses Chandra Ekajaya Berbisnis Ikan Nila Sultana

Salah satu komoditi bidang perikanan adalah Ikan Nila yang saat ini tengah booming sebagai komoditas unggulan. Dari ikan nila ini bisa mendatangkan celah usaha yang mulai banyak diminati dan menguntungkan jika dilihat dari sektor bisnis. Saat ini saja bisa dibilang mulai banyak orang yang mulai membudidayakan ikan nila salah satunya jenis ikan nila sultana dikarenakan ikan nila ini memiliki harga jual tinggi dibanding jenis ikan konsumsi lain. Chandra Ekajaya merupakan salah satu pembudidaya ikan Nila Sultana yang mampu mendulang omset hingga Rp 15 juta rupiah setiap bulanya.

Dari Kolam Inilah Kisah Sukses Chandra Ekajaya Berbisnis Ikan Nila Sultana

Ikan nila jenis sultana merupakan salah satu Ikan konsumsi air tawar dikalang masyarakat danbisa dibilang masuk dalam kategori ikan nila unggulan. Ikan jenis sultana diyakini memilik Daging yang gurih dan kenyal menjadi salah satu kelebihan ditambah kandungan protein yang terkandung dalam ikan Nila juga tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Banyak pelaku bisnis perikanan mulai ramai-ramai membudidaya ikan nila. Salah satunya adalah Chandra Ekajaya. Pria yang satu ini sebenarnya bisa dibiolang tidak memiliki basic sama sekali tentang perikanan, dirinya hanya membaca buku dan belajar secara langsung dilapangan kepada para peternak lainya yang sudah dahulu membudidayakan bisnis perikanan ini. Namun dirinya menganggap dari situlah dirinya bisa tahu secara langsung bagaimana kondisi yang sebenarnya dan bagaimana permasalahan yang muncul dilapangan.

Dari Kolam Inilah Kisah Sukses Chandra Ekajaya Berbisnis Ikan Nila Sultana

Pada awalnya untuk memasarkan bisnisnya ini Chandra Ekajaya sangat mudah memasarkan hasil budidaya ikan nila karena sudah memiliki kenalan pengepul ikan dan beberapa pengusaha perikanan untuk mengepul ikan dari peternak ikan. Selain itu dirinya juga memasarkan melalui penyebaran brosur agar para konsumen bisa mengetahuinya. Dalam penjualanya dirinya tidak menerapkan pembelian minimum kepada konsumen ketika datang di kolam nilanya, ketika konsumen membeli dalam jumlah berapapun dirinya akan penuhi.

Saat ini Chandra Ekajaya dengan kapasitas penjualan bisa mencapai 4 kuintal nila per bulan, omset yang diraup driinya  bisa mencapai Rp 10.000.000 dengan keuntungan bersih berkisar Rp8.500.000. Untuk saat ini dalam membudidaya ikan nila miliknya memiliki kolam seluas 7 hektar termasuk kolam pembesaran dan pembibitan dibantu beberapa karyawan yang sudah memiliki peranan masing-masing dalam proses pembudidayaan ikan tersebut.

Iklan

Papanaya Chandra Ekajaya Hadir Dalam Kemasan Lebih Praktis dan Ekonomis

Papanaya Chandra Ekajaya

Papanaya kini hadir dengan kemasan lebih praktis dan ekonomis tentunya dengan menyediakan kemasan murah meriah dengan berbentuk sachet. Inovasi ini coba dibuat dengan tujuan untuk mempermudah packing dan bisa dibawa kemana-mana dan tidak ribet dalam membawanya. Hal ini menurut Chandra Ekajaya adalah salah satu hal yang membuat para konsumen semakin mudah membawanya dan menggunakanya.

Dalam hal ini Chandra Ekajaya sebelumnya memang menggunakan kemasan yang bisa dibilang sangat ribet dan mirip dengan tempat bahan kimia menggunakan kemasan pembungkus obat. Kemudian kemasan ini dirasa kurang praktis dan terkesan boros, oleh karena itulah dirinya mencoba dengan menghadirkan Papanaya dalam bentuk kemasan sachet. Kemasan sachet tersebut bisa dibilang sangat unik dan jarang obat herbal penggugur kandungan menggunakan kemasan sachet. Kebanyakan penggunaan sachet adalah untuk minuman sekali seduh dan ini coba diimplementasikan oleh dirinya.

Pengusaha Chandra Ekajaya

Kemasan sachet yang digunakan berukuran 100mg, namun penggunaan kemasan sachet ini menurut Chandra Ekajaya masih baru awal-awal saja dan jika nantinya ada keluhan dari konsumen tentang penambahan banyaknya isi bisa diubah di kemudian harinya. Desainya pun bisa dibilang sangat unik dan bisa mewakili Papanaya sebagai salah satu obat herbal penggugur kandungan. Untuk masalah desain kemasan atau desain iklan dalam kemasan semuanya dipercayakan kepada desainer langganan dirinya. Semuanya sudah melewati seleksi yang ketat dan perencanaan yang matang pastinya.

Ketika peluncuran awal Papanaya sachet, menurut Chandra Ekajaya ada sebagian besar konsumen yang menanggapinya dengan sangat positif, namun ada pula yang menganggap bahwa hal itu semakin memberikan kemudahan kepada orang yang akan memanfaatkanya dengan salah kaprah. Namun Chandra Ekajaya meyakini bahwa untuk masalah penggunaan dirinya akan ikutg mengawasi peredaran Papanaya di pasaran dengan cara tidak menjualnya secara bebas. Hal ini memberikan indikasi bahwa walaupun Papanaya adalah obat penggugur kandungan namun dirinya tidak ingin orang menyalahgunakanya untuk hal yang tidak seharusnya dilakukan. Semua itu adalah komitmen yang dibangun dari awal ketika dirinya menemukan obat herbal jamu Papanaya penggugur kandungan.

Dari Jual 1 Mobil Kini Jadi Pengusaha Sukses Jual Beli Mobil

Banyak diantara pebisnis atau pengusaha sukses berawal dari ketidak sengajaan. Kisah sukses pengusaha kali ini datang dari pria asal Malang Jawa Timur Chandra Ekajaya, yang sukses menekuni ke bisnis jual-beli mobil bekas dengan nama Chandra Auto Car.

Dari Jual 1 Mobil Kini Jadi Pengusaha Sukses Jual Beli Mobil

Berawal dari sebuah mobil bekas yang dibelinya pada tahun 2010 kemudian dijadikan sebagai modal awal merintis bisnis. diawalai dari Iseng dengan menjual 1 Mobil, Kini Sukses Jadi Pengusaha Jual Beli Mobil bekas yang sukses.

Chandra Ekajaya memulai usaha jual beli mobil bekas dengan ketidak sengajaan dan bisa dibilang iseng aja. Pada tahun 2010 tepatnya, dirinya yang saat itu masih bekerja sebagai pegawai kemudian membeli mobil dengan harga Rp 90 juta rupiah. Namun mobil tersebut rusak dan akan diperbaiki, namun karena tidak mempunyai dana untuk memperbaiki, akhirnya mobil tersebut dijual kembali. Namun tidak disangka penjualan mobil tersebut malahan untung dan laku Rp 98 juta dan untung Rp 8 juta rupiah.

Dari Jual 1 Mobil Kini Jadi Pengusaha Sukses Jual Beli Mobil

Hal itu pun kemudan terulang kembali, Chandra Ekajaya kemudian membeli mobil kembali dan menjual kembali mobil tersebut namun kali ini dirinya menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Berhasil menjual mobil untuk kedua kalinya membuat Chandra Ekajaya yakin untuk terjun ke bisnis jual-beli mobil ini.

Kesuksesan Chandra Ekajaya yang ternyata membawa keuntungan hingga mendatangkan keuntungan berlipat ganda jutaan rupiah semua ini mungkin salah satu faktornya karena motivasinya untuk terus menghasilkan uang dan berbisnis. Bahkan, berkat hal tersebut saat ini dirinya telah membuka 5 unit usaha showroom, tour and travel sampai auto detailing yang sudah tersebar di beberapa kota besar di Indonesia dan terbukti sukses.

Walaupun pernah mengalami berbagai macam halangan dalam melakukan bisnis, Chandra Ekajaya tetap terus menerus mampu mengembangkan bisnis jual beli mobil bekas tersebut. Sampa saat ini Chandra Ekajaya memiliki cita-cita untuk terus memperbesar usahanya dan konsisten terhadap unit usaha yang telah dia bangun dari awal dan jika bisa semakin memeperluas jaringan dengan membuat showroom di kota lain.

Cegah Pemanasan Global

Atasi Efek Rumah Kaca

Di tahun 2017 ini, permasalahan pemanasan global atau global warming kembali mendapatkan perhatian yang serius. Karena saat ini sudah sangat terlihat dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global, terutama pada iklim dan cuaca. Bahkan di beberapa wilayah bumi sudah semakin terlihat. Misalnya saja di kutub utara, yang setiap tahunnya gunuhg-gunung es terus mencair.

Efek atau dampak dari fenomena mencairnya gunung es adalah permukaan air laut yang terus naik dan meningkat, sehingga banyak pulau-pulau kecil dan dataran rendah yang tenggelam dan tergenang oleh air laut. Selain itu di bidang pertanian, pemanasan global juga memberi dampak negatif, yaitu kekeringan.

Bahkan para peneliti menyebutkan bahwa suhu rata-rata planet bumi telah mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 0,74 derajat celcius selama seratus tahun terakhir. Hipotesis penelitian mereka menyebutkan bahwa peningkatan suhu rata-rata global diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, serta gas lainnya yang berasal dari aktivitas manusia.

Pemanasan Global

Berdirinya pabrik yang menghasilkan limbah yang berwujud polusi udara, kemudian kendaraan-kendaraan yang juga banyak menghasilkan limbah gas, membuat peningkatan suhu rata-rata bumi semakin cepat. Seharusnya manusia mampu hidup berdampingan dengan alam. Karena alam semesta tidak diciptakan untuk manusia saja, melainkan untuk keberlangsungan jagat raya. Maka bila alam mengalami kerusakan, maka manusia sebenarnya melukai dirinya sendiri.

Para pengusaha yang peduli dengan alam pun tidak tinggal diam. Mereka bekerja sama dengan aktivis lingkungan dan masyarakat untuk memperbaiki kembali kondisi alam supaya anak cucu mereka dapat merasakan nikmatnya alam Indonesia yang indah, subur, permai, dan makmur sentosa. Pengusaha Hary Tanoesoedibjo adalah salah satu pengusaha yang turut serta dalam kampanye go green.

Para pengusaha dan khususnya Hary Tanoesoedibjo sendiri mempunyai pandangan bahwa penanaman pohon adalah salah satu jalan yang sangat bagus. Karena pohon adalah manifestasi kehidupan, dimana akar, daun, batang, bahkan buahnya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu pepohonan juga menghasilkan gas oksigen yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup.

Hamzah Izzulhaq Sharing Pengalaman Sembari Nikmati Indahnya Bali Bersama Chandra Ekajaya

Keindahan alam memang menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung di suatu tempat. Salah satu tempat yang memiliki keindahan alam yang begitu mempesona adalah pulau Dewata Bali. Pulau Bali merupakan surga bagi para wisatawan untuk menikmati keindahan alam, itulah mengapa pulau yang satu ini ramai akan kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional. Inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa pengusaha Chandra Ekajaya dan rekan bisnisnya Hamzah Izzulhaq berkunjung di pulau dewata.

Hamzah Izzulhaq Sharing Pengalaman Sembari Nikmati Indahnya Bali Bersama Chandra Ekajaya

Sebenarnya berkunjung ke pulau Bali sering dirinya lakukan, bagi Chandra Ekajaya Bali menjadi salah satu tempat yang sering dirinya kunjungi karena di Bali juga terdapat beberapa bisnis yang dirinya dirikan disana. Terkadang juga Bali menjadi pilihan berlibur bersama keluarga. Namun kali ini dirinya berkunjung di pulau Bali untuk menikmati indahnya pulau Bali bersama teman dan rekan bisnisnya yaitu Mario Teguh.

Kunjungan ini bisa dibilang sangat istimewa bagi Chandra Ekajaya karena bersama dengan pengusaha muda sukses di Indonesia yaitu Hamzah Izzulhaq. Hamzah Izzulhaq sendiri adalah salah satu pengusaha muda yang memiliki 44 cabang bimbingan belajar di Indonesia dengan nama CV Hamasa Indonesia. Pria berumur 22 tahun ini sukses menjadi salah satu pengusaha di Indonesia memiliki kisah yang hampir sama dengan Chandra Ekajaya ketika memulai bisnis yang benar-benar dari nol dan sampai sukses seperti sekarang.

Hamzah Izzulhaq Sharing Pengalaman Sembari Nikmati Indahnya Bali Bersama Chandra Ekajaya

Kunjungan sekaligus sharing pengalaman ini dilakukan sembari menikmati Indahnya pulau dewata. Menurut Chandra Ekajaya dirinya saling berbagi pengalaman bisnis dan kisah dalam mengmebangan bisnis. Namun yang menjadi unik ternyata Hamzah Izzulhaq ternyata mengidolakan Chandra Ekajaya dan menjadi panutan sebagai salah satu pengusaha yang memulai bisnis dari nol. Hal ini juga membuat terkejut Chandra Ekajaya, dirinya tidak menyangka bahwa kisah bisnisnya menjadi panutan bagi orang lain dalam melakukan bisnis.

Memang bisa dikatakan kesuksesan Chandra Ekajaya memerlukan perjuangan yang sangat panjang dan butuh kerja keras. Hal itulah yang membuat Hamzah Izzulhaq terkagum-kagum dan membuat Izzul yakin dan mantap dalam memulai bisnisnya hingga bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Ternyata semua itu tidak terlepas melihat kisah sukses dan perjuangan pengusaha Chandra Ekajaya dalam memulai bisnis dan mengembangkan bisnis.

Chandra Ekajaya Sukses Ciptakan 33 Produk Pekerjakan Warga Sekitar Pabrik

Secret Body Care Chandra Ekajaya

Menjadi satu-satunya finalis asal Malang di ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM), tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Chandra Ekajaya. Dengan membawa produk Secret Body Care, pria 27 tahun itu pun ingin menampilkan yang terbaik. Berbagai cara dilakukan, salah satunya melakukan inovasi. Owner Secret Body Care, Chandra Ekajaya mengatakan, selama dua tahun berbisnis, dia terus berinovasi dan menciptakan produk berbagai perawatan tubuh alami. Hingga saat ini sudah ada 33 jenis produk kosmetik dan perawatan tubuh yang diciptakannya. Seperti lipscrub, toner, sampo, facewash, dan masker.

“Semuanya menggunakan bahan alami serta bebas kimia hingga aman dipakai,” ujar Chandra Ekajaya. Usahanya terus berkembang. Dari modal awal Rp700 ribu, saat ini sudah memperoleh omzet kisaran Rp30 juta sampai Rp40 juta per bulan. Produknya, kata Chandra Ekajaya, bisa digunakan semua kalangan tanpa kecuali. Remaja hingga orang dewasa. Sedangkan, pasarannya sudah tersebar nasional, tidak hanya di Jawa Timur saja.

Body Care Chandra Ekajaya

Menghadapi persaingan pasar yang cukup ketat, Chandra Ekajaya mengaku mempertahankan value berupa ramah lingkungan yang bersinergi dengan para petani lokal, membuat desain dan produk sesuai jiwa muda. Lebih lanjut dia juga mengajak konsumen untuk lebih memperhatikan lingkungan dan menggunakan produk alami. Dengan memakai produk alami, diakuinya, akan terhindar dari dampak negatif produk kimia ke dalam tubuh maupun lingkungan.

Secret Body Care kini terus menerapkan komitmen, merawat tubuh sekaligus melestarikan lingkungan. Bahkan, untuk proses produksi, tetap mempertahankan tanpa menggunakan mesin. Dengan handmade, Chandra Ekajaya pun dapat memberdayakan masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja, khususnya di sekitar pabrik kawasan Batu, Malang, Jawa Timur. Sementara itu, terkait finalis WMM, dia berharap bisa menang sebab ingin mengembangkan lagi usaha yang dijalaninya.

Dulu Pegawai Saat ini Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses

Roda memang berputar, itulah pepatah yang sering di dengarkan untuk menggambarkan kehidupan. Berawal dari pegawai di SKK Migas, saat ini Chandra Ekajaya sukses menjadi salah satu pengusaha pemasok buah dan sayuran sukses. Bahkan dari hasil usahanya ini, dirinya saat ini bisa mengantongi keuntungan hingga mencapai omzet ratusan juta rupiah perbulan.

Melalui pasokan buah dan sayuranya ke sejumlah gerai ritel dan supermatket ternama di Indonesia, Chandra Ekajaya sukses membalikan roda yang tadinya di bawah menjadi di atas. Dirinya mengawali karir sebagai salah satu pegawa di SKK Migas, namun dirinya melihat jika sebagai pegawai terus menerus tidak akan mengalami perubahan di dalam kehidupanya kedepan yang lebih baik. Akhirnya dirinya memutuskan untuk berhenti dan menjadi pengusaha.

Dulu Pegawai Saat ini Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses

Pemilihan usaha sebagai pemasok sayur dan buah bukan tanpa alasan, saudara dari Chandra Ekajaya juga berbisnis usaha pemasok sayur dan buah. Dari situlah dirinya belajar sedikit demi sedikit untuk mengetahui seluk beluk usaha tersebut. Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2009 dirinya bermodal uang Rp 20 juta dari tabungan memberanikan diri merintis bisnis tersebut.

Saat awal-awal membuka bisnis tersebut, Chandra Ekajaya dibantu saudaranya untuk memasarkan produk dan sayur milik produksinya. Alhasil tidak membutuhkan waktu yang lama bisnisnya berkembang secara pesat. Namun tidak seperti yang dibayangkan, awal membuka bisnsi ini berbagai rintangan dan halangan silih berganti menghadang. Namun bimbingan dari saudaranya yang sudah paham akan selak beluk bisnis semacam itu membuat dirinya berhasil melalui rintangan tersebut. Hal yang paling membuat dirinya kebingungan adalah ketika harus menghadapai permasalahan berkaitan dengan sayur dan buah yaitu penyakit serta cuaca yang tidak menentu. Kedua faktor ini adalah faktor penentu keberhasilan budidaya dan kualitas dari produk sayur dan buah yang di hasilkan.

Dulu Pegawai Saat ini Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses

Kini bisnisnya menjadikanya salah satu pengusaha pemasok buah dan sayuran terbesar di Jawa Timur.  Namun dirinya tidak sombong dan tetap rendah hati. Bagi dirinya keberhasilan saat ini adalah buah dari kerja keras yang dirinya lakukan selama ini.

Pasarkan Pepaya California Hingga Mancanegara

Pepaya California  memiliki nama latin (Carica Papaya L) merupakan tanaman yang berasal dari Meksico bagian selatan dan Nikaragua. Kemudian tanaman papaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis termasuklah Indonesia. Kini pepaya California menjadi salah satu komoditi dagang di Indonesia dan salah satunya yang memanfaatkannya sebagai komoditi dagang adalah Chandra Ekajaya.

Pasarkan Pepaya California Hingga Mancanegara

Perkembangan bisnis pepaya California memang bisa dikatakan sangat pesat di Indonesia. Bahkan pepaya California mengalahkan pepaya lokal yang sudah lebih dahulu hadir dipasaran. Keunggulan dari buah pepaya ini yang menyebabkan saat ini petani buah pepaya lokal mulai beralih berkebun pepaya California. Pepaya California ini memiliki sifat dan keunggulan tersendiri yaitu buahnya tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 – 1,5 kg/buah, berkulit hijau tebal dan mulus, berbentuk lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Usaha yang dirintis Chandra Ekajaya bisa digolongkan berhasil dan sukses sampai saat ini. Untuk jangkauang pemasaran saat ini sudah menembus pasaran lokal dengan menggandeng supermarket sebagai salah satu media pemasaran. Pemasaran menggunakan supermarket dirasa sangat menguntungkan dan memiliki nilai ekonomis lebih.

Pasarkan Pepaya California Hingga Mancanegara

Bukan hanya dipasarkan di dalam negeri saja, pepaya California milik Chandra Ekajaya bahkan sudah menembus pasar global. Walaupun baru mencangkup beberapa kawasan seperti Eropa dan kawasan Asia, namun pencapaian ini bisa menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan mengembangkan produk buah dari petani Indonesia bersaing di pasar global. Buah pepaya California dari Indonesia mengapa bisa mendapatkan pasar di pasar global menurut Chandra Ekajaya karena salah satu faktor penyebabnya adalah kualitas dari buah tersebut. Iklim di Indonesia dirasa sangat cocok menghasilkan kualitas pepaya californias terbaik, dan inilah yang dicari oleh para konsumen global untuk membeli buah tersebut.

Bahkan harga jual bisa melambung tinggi di pasar global daripada di pasar dalam negeri untuk bvareiras buah pepaya California. Oleh karena itulah Chandra Ekajaya dalam beberapa tahun kedepan akan melebarkan kembali daerah pemasaran di kawasan Amerika dan Afrika. Kawasan tersebut sebenarnya memiliki pesaing cukup sulit, karena daerah Amerika dan Afrika mendapat pasokan dari negara asal buah pepaya California yaitu meksiko.

Bisnis Pepaya California Menguntungkan

Pepaya merupakan salah satu tumbuhan yang sudah tidak asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia sering mgnkonsumsi buah yang satu ini. Pepaya dikenal sebagai buah yang memiliki kadar potasium dan vitamin C cukup tinggi. Dari berbagai jenis pepaya ada satu jenis pepaya yang memiliki kandungan potassium, vitamin c yang tinggi serta memiliki nilai ekonomis yang lebih daripada pepaya jenis lainya.

Bisnis Pepaya California Menguntungkan

Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang Jawa Timur ini merupakan salah satu petani yang menikmati kuntungan dari bertanam pepaya California. Dirinya menuutukan semenjak bertanam pepaya california mengakudalam sehari bisa memanen hingga dua ton pada lahan kebunnya seluas 20 hektare. Permintaan pasar akan buah pepaya California bisa dibilang sangat tinggi dan melebihi ekspektasi. Terkadang dirinya tidak mampu memenuhi pasokan buah pepaya hanya jika mengandalkan kebun miliknya. Kemudian dirinya harus bekerjasama dengen beberapa petani dan UMKM yang memiliki kebun dan produksi buah pepaya California untuk memenuhi pasokan pasar.

Pengusaha sukses ini dalam memasarkan produk pepaya California milknya saat ini sudah menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Pasar terbesar untuk permintaan pepaya ini adalah kawasan Jakarta, dalam satu hari bisa mencapai 2 ton untuk daerah Jakarta saja. Untuk daerah lain masih relative standar berkisar antara 500 Kg – 1 ton.

Bisnis Pepaya California Menguntungkan

Chandra Ekajaya menuturkan, pepaya California yang dijual memliki kualitas baik dan itu dijamin oleh dirinya . Karena itu, produk pepaya California dari kebunya banyak dipercaya supermarket dan dijual belikan di seluruh supermarket di Indonesia. Namun saat ini ada hal yang mengkhawatirkan, banyak beredar pepaya yang kualitasnya jelek, padahal tampilannya bagus. Hal ini bisa menyebabkan kepercayaan konsumen untuk mengkonsumsi buah pepaya California menurun dan berimbas kepada para petani pepaya. Namun hal ini harus segera di lakukan penyuluhan dan antisipasi dari berbagai pihak yang ikut terkati.

Saat ini pengusaha Chandra Ekajaya mengaku bisa menghasilkan keuntungan dan pendapatan dari bisnis pepaya California milknya berkisar antara Rp 50 – Rp 150 juta setiap bulanya dari 20 hektar luas kebunya. Terlebih ketika permintaan sedang tinggi, keuntungan bisa naik berkali-kali lipat bahkan bisa mencapai Rp 300 juta perbulan, angka yang bisa dibilang fantastis untuk ukuran sebagai petani.

Chandra Ekajaya Pengusaha Muda Sukses Bisnis Lele Sangkuriang

Chandra Ekajaya Pengusaha Muda Sukses Bisnis Lele Sangkuriang

Berawal dari coba-coba,usaha pria ini mencoba membudidayakan lele sangkuriang. Chandra Ekajaya adalah salah seorang sosok pengusaha muda yang mengembangkan pembudidayaan bibit lele. Dengan ikut menyertakan dan menggandeng  petani binaannya dengan berbasis sistem kerja mengembangkan usaha pembudidayaan lele dengan sistem manajemen kelompok, dimulai dari pembenihan, pembesaran hingga penjualan.

Pria yang hobi berolahraga joging dan membaca buku ini telah memiliki bakat menjadi pengusaha sejak masih duduk di bangku sekolah. Dirinya mengaku telah melakukan usaha kecil-kecilan seperti menjual barang seperti kerupuk, makanan kecil dan kue. Mulai dari sinilah bakat pengusaha dirinya terasah dan mendapatkan pengalaman dari cara berjualan. Kegemaran bisnis menurut dirinya adalah dibidang peternakan dan agribisnis. Salah satu bisnis yang ditekuni saat ini adalah perikanan ikan lele sangkuriang yang merupakan kesukaan dari dirinya.

Dalam proses pembelajarannya mengenai bisnis perikanan dilakukan secara autodidak melalui buku dan internet saja. Bukan tanpa kendala dan berjalan mulus seperti yang diharapkan, drinyaa menemukan berbagai macam kendala di lapangan ketika aka memulai bisnis ikan lele sangkuriang dilapangan. Pada awalnya pengusaha sukses ini, mendapatkan kenyataan hasil usaha yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mulai dari gagal panen, penjualan yang tidak sepadan dengan biaya produksi, serta tingginya tingkat kematian lele. kemudian belajar dari kegagalan tersebut dirinya secara tidak sengaja membaca sebuah artikel yang membahas seorang sosok pembudi daya lele sangkuriang. Kemudian dari membaca tentang kesuksesan pengusah tersebut, dirinya meneguhkan dirinya untuk terus menjalankan dan mengembangkan bisnis tersebut.

Kemudian Chandra Ekajaya mengajak warga dan petani lele yang ada di daerah sekitarnya untuk bekerja sama membudidayakan lele sangkuriang. Dalam model kerja sama ini, dirinya bertindak sebagai pembenih dan pembesaran lele, kemudian masalah panen diserahkan kepada para petani. Dirinya  mengakui, usaha ini ternyata memberikan hasil yang cukup memuaskan, bahkan hal itu dirasakan oleh para petaninya lainya. Karena hal itulah pengusaha Chandra Ekajaya berniat fokus mengembangkan usaha budidaya ikan lele sangkuriang.

Chandra Ekajaya Pengusaha Muda Sukses Bisnis Lele Sangkuriang

Tidak sampai disitu dirinya juga bersama para petaninya selalu mengadakan perkumpulan dan  bersilaturahmi melalui perkumpulan serta sharing sebulan sekali untuk membahas masalah yang ada seperti penanganan penyakit atau sekadar berbagi informasi terbaru tentang budidaya ikan lele. Pembibitan ikan lele yang ditekuninya dimulai dengan mengawinkan induk lele hingga proses peneluran. Kemudianb bibit yang sudah ditelurkan itu dibesarkan hingga ukuran 5–6 cm sebelum akhirnya dijual kepada petani ataupun pembeli. Setiap benih lelenya dijual seharga Rp150 per ekor.Selanjutnya benih lele tersebut dipelihara selama 50 hari hingga dua bulan untuk kemudian dijual ke konsumen. Untuk masa pemanenan sendiri, lele sangkuriang bisa dikatakan lebih cepat dibandingkan jenis lele dumbo yang bisa membutuhkan waktu lebih lam berkisar antara 3 bulan.

Saat ini produksi dari empat area pembibitan bisa mencapai 10000 ribu ekor per bulan. Jumlah tersebut menurut pengusaha ini masih jauh dari permintaan pasar yang bisa mencapai 400.000 ribu ekor per bulan. Untuk penjualan bibit saja bisa memperoleh omzet hingga Rp22,5 juta per bulannya dengan laba bersih sekitar Rp12 juta. Keuntungan tersebut belum termasuk penjualan dari usaha pembesaran lele yang dijual ke konsumen akhir. Adapun dari hasil pembesaran setiap harinya dia bisa menjual hingga 200 kg lele sangkuriang ke pasar. Sedangkan pembiayaan terbesar berasal dari biaya pakan karena pakannya sendiri itu dari pabrik dan itu selalu mengikuti harga pasar dan sering kali naik turun tidak stabil. Dengan biaya karyawan, pakan, dan biaya tak terduga seperti terpal, jaring, ongkos transportasi, bersihnya Rp12 juta per bulan.

Untuk mengembangkan usahanya, drinya sampai sekarang terus membuat jaringan khusus dengan para petani untuk pembenihan dengan cara mendidik petani-petani yang memiliki kemampuan untuk lebih telaten dan detail dalam menggarap pembenihan yang dijalani. Saat ini dirinya memperkerjakan empat karyawan yang bertugas menjaga dan memberi pakan bibit lele. Masalah pemasarannya, selama ini Pengusaha sukses ini banyak menjual ikan lele sangkuriang ke pasar tradisional,usaha warung padang,warung tegal, restoran dan sudah menjadi salah satu pemasok tetap untuk salah satu usaha waralaba pecel lele. Dia mengaku belum memutuskan menjadi pemasok utama karena masih memiliki berbagai macam kendala yang dihadapi lahan dan belum maksimalnya proses produksi. Chandra Ekajaya mengaku selain masalah area dan lahan, kendala lain lebih yaitu masalah internal seperti sumber daya manusia, penanganan penyakit, serta keadaan cuaca yang saat ini cenderung berubah-ubah dan bisa berakibat terhadap proses buddidaya ikan lele sangkuriang.

Berkat kerja kerasanya dan perjuangan tanpa kenal lelah dalam mengembangkan bisnis budidaya ikan lele sangkuriang, kini dirinya tinggal menikmati jerih payah hasil usaha lele sangkuriangnya. Namun bukanlah begitu saja untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang ini . Dirinya  pernah mengalami masa-masa sulit karena usahanya bangkrut. Bahkan jika ditotal sudah hampir tidak hanya satu atau dua kali. Dirinya bahkan sudah mengalami kegagalan dan bangkrut sebanyak 10 kali gagal berbisnis dari sejumlah usahanya yang pernah dirinya geluti. Namun, memang seorang dengan jiwa bisnis , Chandra Ekajaya sama sekali tidak kapok dan terus mencoba dalam melakukan bisnis. Dia terus bangkit dan mencoba usaha baru hingga menemukan kesuksesan yang menghantarkanya sebagai pengusaha sukses budidaya lele sangkuriang.

Sampai dengan saat ini dirinya sudah memiliki empat area pembenihan lele dengan luas masing-masing area mencapai 1000 m2. Total kolamnya yang dimilikinya pun dari tahun demi tahun terus bertambah dari awalnya yang hanya memiliki satu kolam hingga kini menjadi 90 unit kolam pembenihan. Selain itu,dirinya juga memiliki 30 unit kolam pembesaran yang ditempatkan dan bekerjasama dengan para petani-petani binaannya di berbagai daerah mulai dari Jawa Barat Hingga Jawa Timur.

Pengalaman dalam berbisnis dan pernah mengalami berbagai macam lika-liku dunia bisnis, membuat pengusaha satu ini memiliki idealisme sebagai wirausaha muda dengan mengajak rekan-rekannya sesama anak muda agar mau menjadi wirausahawan dan bisa berdiri sendiri dari kaki mereka. Selain memiliki dampak finansial yang baik bagi pribadi,dirinya sebagai wirausahawan secara sosial akan membantu masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan dan pastinya akan bermanfaat bagi orang lain. Salah satu tujuan bagi para pengusaha selain mendapatkan keuntungan secara finansial adalah mampu bermanfaat bagi orang lain. Salah satu cara yang ditunjukan oleh Pengusaha Chandar Ekajaya adalah dengan mendirikan yayasan sosial untuk menampung orang yang tidak mampu baik melalui biaya untuk usaha dan pendidikan. Bahkan ternyata ketika terjadi bencana-bencana alam di Indonesia, melalui yayasan sosial miliknya menyalurkan bantuan untuk ikut meringankan penderitaan para korban.

Saat ini bahkan Chandra Ekajaya sering dipanggil dan menjadi pembicara dalam acara seminar dan motivasi untuk para pengusaha muda. Kisah yang penuh perjuangan dan mendengarkan berbagai strategi dan pandangan bisnis menjadi salah satu kenapa dirinya dijadikan sebagai salah satu motifator bisnis untuk para pengusaha muda lainya.