Ilmu Gaib Dalam Perspektif Modernitas Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit mengumandangkan sebuah tembang pocung yang sangat populer. Tembang tersebut merupakan ciptaan dari Mangkunegara IV. Penggalan tembang tersebut adalah “Ngelmu iku kalakone kanthi laku”.

Sebelum mempelajari penggalan tembang tersebut, Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit menjelaskan bahwa yang dimaksud ilmu gaib oleh masyarakat saat ini merupakan ilmu yang diluar nalar, atau belum bisa diterima oleh logika keilmuan saat ini. Intinya adalah kelihatan wah, hebat, dan sering tujuannya untuk gagah-gagahan.

“Dulu saat masih ramai acara televisi seperti dunia lain, uka-uka, dan sebagainya yang hampir memenuhi setiap stasiun televisi, maka banyak pula masyarakat yang berbondong-bondong ingin mempelajari ilmu gaib, yang tujuannya supaya dapat melihat makhluk halus,” tambah Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

Menurut beliau, khazanah ilmu gaib merupakan hal yang umum dan sudah wajar bagi masyarakat Jawa. Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit mencontohkan bahwa dua presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Soeharto juga memiliki ilmu gaib yang sangat tinggi.

“Ilmu gaib yang dimiliki oleh Soekarno merupakan ilmu gaib yang tingkatannya sangat tinggi. Sehingga bisa digunakan untuk melakukan moksa, tetapi tidak dilakukan oleh beliau. Begitu juga Soeharto, meskipun memiliki kekuatan atau ilmu gaib yang tinggi, ia juga tidak melakukan moksa. Kedua tokoh tersebut yang sebenarnya adalah raja Jawa, justru lebih memilih untuk dimakamkan di arcapada, atau lebih dikenal sebagai bumi pertiwi,” ungkap Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

Bila melihat perjalanan spiritual atau pun kedua tokoh tersebut, maka kita akan kembali pada aksioma yang sudah dijelaskan oleh Mangkunegara IV dalam penggalan tembang pocung. “Ngelmu iku kalakone kanthi laku”. Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit menjelaskan bahwa makna dari penggalan tersebut adalah segala kesaktian yang ingin digapai, maka harus ditempuh melalui “laku” terlebih dahulu. Itulah kenapa dalam cerita pewayangan, banyak tokoh-tokoh yang berwatak jahat pun mempunyai kesaktian yang luar biasa. Hal disebabkan karena kesaktian tidak ditentukan oleh baik-buruknya budi pekerti, tetapi dari laku yang telah ditempuh dan dijalankannya.

“Tetapi bila pemahamannya belum komprehensif, ketika mencerna pemahahan tersebut akan sangat berbahaya. Sebab orang-orang nanti akan berpikir buat apa berbuat baik atau buruk, toh sama saja”, imbuh Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

“Sebenarnya tidak sama, karena laku adalah ranah untuk konteks kesaktian. Sedangkan budi pekerti adalah ranah untuk kebijaksanaan.  Tentu saja, alangkah amat sangat baik, jika manusia bisa menggapai keduanya, kebijaksanaan dan kesaktian. Maka dunia ini tentu akan gemah ripah loh jinawi tentrem kerta raharja,” jelas Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit dengan penuh semangat.

Ilmu gaib manusia, atau pun beberapa tokoh juga tidak terlepas dari pusaka-pusaka yang selalu mengiringinya.  Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit mencontohkan pusaka Bung Karno, salah satunya adalah tongkat komandonya. Tidak sembarang orang yang mampu menanggung kesaktian yang luar biasa. Tentu saja perangkat keras dan lunak dari manusia tersebut harus sesuai dengan program atau kesaktian atau ilmu gaib yang akan diinstal di dalam dirinya. Jika hardware dan software-nya tidak memadai, maka tentulah harus di-update, bahkan kalau perlu di-upgrade, supaya manusia yang akan menerima kesaktian ilmu gaib tersebut mampu menginstal dan menggunakan aplikasi kesaktian ilmu gaib tersebut, sehingga berguna untuk manusia lainnya,” tutup Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s