Mantan TKI Yohanes Ekajaya Chandra Buka Warteg

Nasib Tenaga Kerja Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan TKI saat ini sangat memprihatinkan. Tidak banyak jaminan meliputi keselamatan, kedaulatan, dan kesejahteraan yang bisa didapatkan oleh para tenaga kerja tersebut di bawah naungan pemerintah. Setidaknya itulah gambaran nasib yang diderita para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Salah satu dari tenaga kerja yang merasakan nasib yang tidak jelas itu adalah Yohanes Ekajaya Chandra.

yohanes-ekajaya-chandra-buka-warteg

Dulu Yohanes Ekajaya Chandra bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Banyak ketidakadilan yang ia dapat di negeri onta tersebut. Seperti jam kerja yang melebihi kesepakatan dan kontrak. Gaji yang tak kunjung dibayarkan. Hingga lembur yang dipaksakan, dan masih banyak lagi alasan yang lain.

Oleh sebab itu, Yohanes Ekajaya Chandra memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan tidak memperpanjang kontraknya sebagai tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Tepat dua bulan lalu ia pulang ke Indonesia, dan sudah berniat untuk membangun usaha di tanah kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.

mantan-tki-yohanes-ekajaya-chandra-buka-warteg

Yohanes Ekajaya Chandra sudah mengumpulkan modal untuk membangun usaha di bumi Klaten. Klaten adalah salah satu wilayah yang berada dalam administrasi Jawa Tengah. Klaten terkenal dengan angkringan tiga ceretnya. Tetapi masih sedikit usaha warteg di daerah tersebut. Celah itulah yang dimanfaatkan oleh Ekajaya.

Yohanes Ekajaya Chandra menyewa sepetak tanah yang sangat strategis di pinggir jalan di sekitar pertokoan dan pabrik-pabrik kecil. Ekajaya mengerti bahwa gaji para pekerja di pabrik dan toko tersebut tidak akan cukup bila mereka harus sarapan atau makan siang di warung makan. Itulah sebabnya pilihan para pekerja tersebut biasanya ke nasi padang, sebab belum ada warteg di area tersebut.

Setelah persiapan selesai, keesokan harinya warteg milik Yohanes Ekajaya Chandra sudah berdiri. Para pekerja mulai berdatangan dan makan di warteg tersebut. Lama-kelamaan warteg milik Ekajaya ramai dengan para pekerja toko dan pabrik di sekitar tempat tersebut.

Yohanes Ekajaya Chandra pun lebih mempunyai banyak waktu untuk dicurahkan kepada keluarganya, khususnya kepada kedua orang tuanya. Ia bisa menabung untuk mempersiapkan pernikahannya, sehingga orang tuanya tidak merasa risau lagi dengan masa depan Ekajaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s