Bisnis Kacamata Kaki Lima Yohanes Chandra

Bisnis Kacamata Kaki Lima Yohanes Chandra

Anda pernah pergi ke Yogyakarta? Pernah melintasi jalan Colombo? Jalan Colombo adalah jalan yang sangat sakral bagi para pecinta kacamata. Mengapa demikian? Sebab di jalan tersebut berjajarlah para penjual kacamata yang menjajakan kacamata seperti menjajakan kacang. Percaya tidak percaya, Anda harus melihatnya dengan mata kepala Anda sendiri. Dari sekian penjual kacamata di jalan tersebut, ada satu kios yang sangat ramai. Kios itu milik Yohanes Chandra Eka.

Yohanes Chandra Ekajaya adalah salah satu pemuda yang berani mengambil peluang dan kesempatan dalam bisnis kacamata. Melihat gejala dan gelagat para mahasiswa di Yogyakarta yang suka dengan selfie alias swafoto, pasti mereka membutuhkan aksesoris-aksesoris untuk menunjang swafoto mereka. Makanya kacamata menjadi pilihan yang laris manis bagi mahasiswa di Yogyakarta.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sebagai salah satu penjual kacamata di Jalan Colombo mengakui bahwa dirinya menggunakan momentum. Tetapi tidak selamanya ia menunggu momentum, bila momentum tidak muncul-muncul maka dengan terpaksa ia akan membuat momentum.

Kepandaian Yohanes Chandra dalam melihat peluang tidak hanya asal. Ia melakukan riset dan pengamatan yang lama. Terlebih di Jalan Colombo itu berada di dekat kampus negeri ternama di Yogyakarta. Fakultas yang paling dekat pun adalah fakultas olahraga. Makanya dalam momentum berikutnya ia ingin menargetkan kacamata bagi para wanita.

Konsep yang menjadi dasar dan pijakan dari Yohanes Chandra Eka adalah kecantikan yang seutuhnya dari para perempuan yang aktif berolahraga. Ia mempunyai ide dan gagasan supaya para perempuan yang aktif berolahraga tersebut selalu mengenakan kacamata setiap hari.

Kacamata yang dijual oleh Yohanes Chandra Ekajaya bukanlah kacamata yang digunakan untuk membantu penglihatan. Kacamata yang dijual olehnya adalah kacamata yang berfungsi untuk menunjang fashion si pemakai. Misalnya saja ketika jogging atau lari pagi dan sore, kemudian saat berjemur di tepi kolam renang, atau untuk jalan-jalan pun bisa.

Sebagai pemiliki kios yang paling ramai diantara kios yang lain, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah kebetulan semata. Tetapi merupakan hasil pengamatan dan observasi yang mendalam terhadap tren dan selera pasar di masyarakat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s