Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Keluhkan Harga Kedelai

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko harga kedelai melambung tinggi

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Keluhkan Harga Kedelai

Harga kedelai saat ini mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Berdasarkan informasi dari observasi di pasar-pasar tradisonal, harga kedelai mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Bila sebelumnya harga per kilogram kedelai adalah Rp 7.000,- maka kini harga kedelai menjadi Rp 7.500,- per kilogramnya. Menurut pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan pengusaha atau pengrajin tempe ini dengan adanya kenaikan harga bahan pokok, maka konsekuensi yang digunakan oleh para pengusaha adalah mengurangi ukuran tempe.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa dengan mengurangi volume tempe maka kerugian bisa dihindari. Tetapi kepuasan konsumen tentu saja akan terganggu. Sebenarnya ada opsi atau pilihan yang lain, yaitu menaikkan harga tempe. Tetapi bila harga tempe dinaikkan, kemungkinan besar masyarakat justru tidak akan membeli, sebab mereka akan beralih ke barang pengganti yang lain. Lagipula tempe bukanlah kebutuhan primer masyarakat Indonesia.

pengusaha tempe J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Problema yang terjadi saat ini dikarenakan kebanyakan para pengusaha dan pengrajin tempe menggunakan kedelai impor. Menurut pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mayoritas para pengrajin tempe menggunakan kedelai impor untuk memproduksi tempe. Misalnya saja 1 kilogram kedelai impor bisa digunakan untuk menghasilkan 1,8 kilogram tempe, sedangkan 1 kilogram kedelai lokal hanya mampu menghasilkan 1,5 kilogram tempe. Bagi para pengusaha, penggunaan kedelai lokal tidak menguntungkan.

Selain itu pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sebagai pengrajin tempe juga mengeluhkan tentang minimnya bantuan mesin dari pemerintah. Bila melihat situasi saat ini, para pengrajin tempe masih menggunakan drum bekas untuk pencucian kedelai. Sebenarnya para pengrajin tempe ingin memberikan pelayanan dan produk dengan kualitas yang terbaik.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko harga kedelai melambung tinggi

Meskipun ukuran atau volume tempe akan dikurangi, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa produk tempe YCE buatannya tidak akan mengurangi kualitas rasa dan kelezatannya. Ia meyakinkan bahwa produk tempenya masih tetap akan digemari dan dicari oleh masyarakat sebab tempe buatannya sangat gurih. Sehingga membuatnya renyah dan nikmat, serta sedap. Hal itu dibuktikannya bahwa pendapatan dari penjualan tempe miliknya stabil meskipun sudah mengalami pengurangan volume.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s