YOHANES CHANDRA EKAJAYA : Sukses berternak kenari

Burung Kenari merupakan burung asli Kepulauan Canary, Kepulauan Canaria terdiri dari tujuh pulau vulkanik yang terletak di Samudra Atlantik, sebelah barat laut pesisir Afrika ( Maroko dan Sahara Barat), kepulauan ini termasuk dalam wilayah Spanyol dan merupakan salah satu komunitas otonomi negara itu. Kepulauan Canaria juga diklaim oleh Maroko.

sukses-berternak-kenari-yohanes-chandra-ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan salah seorang yang sukses dalam beternak burung kenari ini. Meski lahan yang tersedia hanya 2 x 3 meter persegi (m2), itupun merupakan salah satu ruangan di sebelah rumah, laki-laki asal Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, ini berhasil mewujudkan impiannya menjadi peternak burung kenari. Lima tahun lalu, dia mulai merintis usahanya, disertai jatuh-bangun demi memperoleh pengalaman. Kini, kenari hasil penangkarannya yang diberi kode ring terus diminati para kicaumania Semarang dan sekitarnya, karena kerap moncer di berbagai latber dan lomba.

yohanes-chandra-ekajaya-sukses-berternak-kenari

“Beternak kenari relatif mudah. Risikonya juga lebih kecil daripada breeding jenis burung lainnya seperti murai batu dan cucakrowo. Selain itu, permintaan pasar cukup tinggi,” ungkap Yohanes Chandra Ekajaya mengenai alasannya beternak kenari.

Berbagai jenis kenari diternak di rumahnya, mulai dari kenari lokal, AF, sampai F1. Kandang ditempatkan di dalam salah satu ruangan rumah, dengan luas hanya 2 x 3 m2, namun ventilasi dan sirkulasi udaranya lancar, dan sinar matahari bisa masuk ke dalam kandang. Usaha yang dirintisnya sejak lima tahun lalu itu tidak langsung menuai keberhasilan.

Maklum, awalnya dia hanya tertarik dari kawannya yang beternak kenari, sehingga pengalaman beternak burung masih minim. Bahkan pernah ia ditipu saat membeli burung indukan, eh.. malah diberi kenari yang sudah sakit-sakitan.

“Karena pengetahuan tentang kenari saat itu masih minim, ya saya terima saja. Lalu saya mulai cari ilmu dari beberapa peternak dan rekan kicaumania. Saya beli lagi indukan, dan tujuh bulan kemudian mulai menghasilkan, terus produksi hingga sekarang,” jelas Yohanes Chandra Ekajaya

Proses perputaran bisnis dari jual beli kenari ini dilakukannya lewat media online dan grup yang ada di dalamnya saja, selain itu melalui promosi mulut ke mulut oleh para pelanggannya

Tak mengherankan apabila para penggemar dan pemain kenari kerap main ke rumahnya untuk membeli piyikan. Bahkan sebagian pemesan berasal luar Jawa.

Keunggulan produk kenari Yohanes Chandra Ekajaya adalah umur 1 bulan dijamin sudah ngeriwik. Soal harga juga cukup bersahabat. Harga piyik lokal dibanderol sekitar Rp 150.000 – Rp 175.000 (dewasa Rp 500.000), dan piyik AF sekitar Rp 250.000 – Rp 350.000 (dewasa Rp 600.000 – Rp 700.000).

“Sebagian hasil keuntungan selalu saya sisihkan untuk investasi indukan baru dan saya sumbangkan ke beberapa panti asuhan. Belum lama ini nambah lagi enam ekor indukan,” Yohanes Chandra Ekajaya

Menurut dia, salah satu kendala dalam beternak kenari adalah proses perkawinan dan cuaca, karena faktor cuaca sangat mempengaruhi. Cuaca terlalu dingin atau terlalu panas dapat mengganggu proses perkawinan.

Dalam breeding kenari, Yohanes Chandra Ekajaya menggunakan sistem cabut kawin. Induk jantan dimasukkan ke dalam  kandang betina selama 20 hari. Setelah itu induk jantan diangkat, lantas dimasukkan ke kandang betina lainnya.

Wadah sarang yang digunakannya sederhana namun fungsional, yaitu separo batok kelapa yang diisi daun cemara kering dan kapas. Pakan yang disediakan berupa millet, telur puyuh, dan multivitamin.

Meski masih kecil-kecilan, usaha penangkaran burung kenari yang dikelola Yohanes Chandra Ekajaya ini rata-rata memberi pemasukan bulanan sekitar Rp 3 juta – Rp 5 juta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s